Jakarta, 26 Juni 2025 — Upacaya Climate Learning Hub bekerja sama dengan Penabulu Foundation telah sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Dinamika Isu Karbon: Dari Regulasi Global ke Implementasi Sektoral” pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 08.30 – 12.10 WIB melalui ruang virtual Zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman lintas sektor terkait tantangan dan peluang implementasi kebijakan karbon di Indonesia.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber kunci yang menyampaikan materi dengan pendekatan multidisiplin:
- Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc.
Dewan Penasihat Ahli Indonesia’s FOLU Net Sink 2030
Judul presentasi: Peran Sektor FOLU dalam Pencapaian Target Emisi Nasional
Beliau menekankan tentang peran sektor FOLU (Forest and Other Land Uses) dalam mencapai target emisi nasional Indonesia. Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap perubahan iklim, yang dibuktikan dengan berbagai regulasi dan rencana aksi, termasuk Enhanced NDC yang menargetkan pengurangan emisi lebih tinggi. Strategi utama adalah Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yang bertujuan mencapai tingkat emisi negatif signifikan melalui 11 aksi mitigasi seperti pengurangan deforestasi dan rehabilitasi hutan. Beliau juga membahas struktur kelembagaan, metodologi spasial untuk penentuan lokasi prioritas, kebutuhan pendanaan, serta dukungan internasional dalam mencapai sasaran tersebut.
- Dr. Muhamad Yulianto, S.T., M.T.
Akademisi Teknik Energi Terbarukan, Institut Pertanian Bogor
Judul presentasi: Implementasi dan Upaya Dekarbonisasi di Berbagai Sektor Industri
Beliau membahas secara komprehensif upaya dekarbonisasi yang mendesak di berbagai sektor. Beliau juga menjelaskan konsep dasar energi dan emisi, termasuk dekarbonisasi sebagai proses pengurangan gas rumah kaca. Lebih lanjut, dibahas strategi dekarbonisasi yang spesifik untuk industri rantai dingin, logam, transportasi, energi, dan bangunan, menyoroti pentingnya efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, dan teknologi penangkapan karbon. Terakhir, dipaparkan juga kegiatan penelitian terkait dekarbonisasi yang dilakukan di IPB, seperti pendinginan surya dan sistem CHP-ORC biomassa, menekankan perlunya kolaborasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
- Franky Zamzani, S.Hut., M.Env.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim
Judul presentasi: Kebijakan dan Tren Global Isu Karbon: Dari COP ke Target Net Zero
Beliau membahas secara komprehensif isu karbon global dan respons Indonesia terhadap perubahan iklim. Dijelaskan bahwa suhu bumi terus meningkat akibat gas rumah kaca, memicu target emisi net-zero yang ambisius. Beliau juga menguraikan kerentanan Indonesia terhadap dampak iklim dan komitmennya dalam pengurangan emisi GRK melalui berbagai regulasi seperti Perpres 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pasar karbon, termasuk pasar kepatuhan (compliance market) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market), serta peran penting Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) dalam memastikan integritas kredit karbon.
Webinar ini dipandu oleh Diny Hartiningtias, M.S.F. sebagai moderator, dan diikuti dengan antusias oleh 101 peserta yang mendaftar, dengan 80 peserta hadir aktif pada hari pelaksanaan. Para peserta berasal dari kalangan akademisi, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Diskusi berlangsung interaktif dan memperlihatkan tingginya minat publik terhadap upaya penurunan emisi di berbagai sektor. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Upacaya Climate Learning Hub untuk memperkuat ekosistem pembelajaran iklim berbasis kolaborasi dan ilmu pengetahuan.
